Masjid Sebagai Pusat Kegiatan Umat Islam


Bismillahirrohmanirrohimi.

Beberapa waktu lalu saya sempat membaca artikel yang berbicara tentang masjid. Ya..masjid, merupakan suatu tempat peribadahan umat Islam dan keberadaannya lebih diutamakan daripada yang lain. Bagaimana tidak, pertama kali yang Nabi Sholallohu ‘alaihi wasalam lakukan ketika tiba di Madinah adalah mendirikan masjid di Quba’. Mengapa? Karena perannya begitu penting. Pada masa Rosululloh SAW masjid tidak hanya digunakan untuk sholat dan tempat beribadah saja tetapi juga untuk pertumbuhan dan perkembangan Islam dalam berbagai aspek.

Diantara peran tersebut antara lain:

1. Masjid adalah pusat Ibadah

Ketahuilah bahwa Alloh selalu memuji hamba-Nya yang hatinya selalu bergantung kepada masjid dan selalu mengharap ridho dari-Nya. Rosulullah SAW bersabda:

“Ada tujuh golongan yang Alloh SWT akan menaungi mereka dengan naungan-Nya semata yaitu: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Alloh, laki-laki yang hatinya bergantung kepada masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Alloh, mereka bertemu dan berpisah karena Alloh, laki-laki yang diseru seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan (untuk melakukan kekejian) maka ia mengatakan: ‘Sesungguhnya aku takut kepada Alloh’, dan seorang laki-laki yang bersedekah kemudian ia sembunyikan hingga seolah-olah tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya, serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Alloh sendirian lalu bercucurlah air matanya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

2. Masjid adalah pusat pendidikan

Masjid adalah madrasah bagi seorang muslim. Rosululloh SAW bersabda

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّـهِ تَعَالَى يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّـهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّـهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah diantara rumah-rumah Alloh, mereka membaca kitab Alloh (Al-Quran) dan saling mempelajarinya diantara mereka melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka akan diliputi oleh rahmat serta diliput para malaikat dan Alloh menyebut-nyebut mereka di kalangan malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR. Abu Daud)

Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda:

 أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمُ أَوْ يَقْرَأُ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّـهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ اْلإِبِلِ

“Tidaklah salah seorang kalian pergi ke masjid kemudian belajar atau membaca dua ayat dari Al-Qur’an maka lebih baik baginya dari dua unta, tiga ayat lebih baik dari tiga unta, empat ayat lebih baik dari empat unta dan sebanyak bilangan ayat sebanyak itu pula unta yang diperolehnya.” (Shahih Muslim)

  1. Masjid sebagai pusat sosial

Salah satu yang memperkuat persaudaraan di antara sesama muslim adalah masjid. Mengapa demikian? Karena dalam sehari mereka dapat bertemu sebanyak lima kali. Rosulullah SAW pun juga selalu mengingatkan jama’ahnya untuk selalu meluruskan shof dan merapatkan shof karena ini dapat mempersatukan hati mereka.

استووا ولا تختلفوا فتختلف قلوبكم

Luruskanlah (shof kalian) dan jangan bercerai-berai, sehingga bercerai-berai hati kalian!.” (HR. Muslim)

Dari Ibnu ‘Umar radliyallaahu ‘anhuma bahawasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

أقيموا الصفوف فإنما تصفون بصفوف الملائكة وحاذوا بين المناكب وسدوا الخلل ولينوا في أيدي إخوانكم ولا تذروا فرجات للشيطان ومن وصل صفا وصله الله تبارك وتعالى ومن قطع صفا قطعه الله

“Tegakkanlah shaff-shaff, sesungguhnya apabila kalian melaksanakannya, maka itu seperti shaf-shaf malaikat. Rapatkanlah bahu-bahu, tutuplah celah-celah, dan berlemah-lembutlah terhadap saudara kalian, serta jangan biarkan ada celah untuk syaithan. Barangsiapa menyambung shaff, Allah akan menyambung hubungan dengannya. Barangsiapa memutuskan shaff, maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i; serta dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud nomor 620 dan Shahih At-Targhib wat-Tarhib nombor 495).

Di dalam masjid pun kita dapat menjumpai berbagai kalangan muslimin, dari para pejabat sampai seorang tukang sapu, tetapi di dalam masjid pula kedudukan mereka sama dan tidak ada yang dibeda-bedakan.

  1. Masjid adalah pusat pengendali politik, hukum dan keamanan

Rosulullah SAW senantiasa menjadikan masjid sebagai majelis qodho’ (pengadilan). Hal ini sesuai yang telah diriwayatkan dalam hadist yang panjang berkenaan dengan tiga orang yang tidak ikut serta dalam perang tabuk. Dan Rosululloh SAW menyelesaikan urusan mereka di masjid dan memberi keputusan hukuman kepada mereka sampai datang wahyu dari Alloh tentang ampunan untuk mereka.Masjid juga digunakan untuk berlatih senjata, seperti yang dilakukan orang-orang Habasyah yang memainkan tombak di masjid dan Rosululloh menyaksikan dengan Aisyah ra. (Shohihul Bukhori (454), Kitabush sholat, bab Ashahabul hiroa fil masjid)

  1. Masjid merupakan tempat berlatih menjaga aturan

Agama islam merupakan agama yang memiliki aturan serta memerintahkan untuk taat kepada pemimpin dalam perkara yang disyari’atkan. Dan sholat sebagai salah satu latihan menjalankan aturan. Ketika adzan berkumandang mereka segera berbaris di belakang imam, merapatkan barisan, dan mengikuti gerakan imam (tidak boleh mendahuluinya). Apabila sholat telah didirikan, tidak ada sholat selain sholat wajib. Kemudian bila ada makmum masbuk (tertinggal berjama’ah) maka harus melakukan apa yang dilakukan imam dan setelah imam mengakhiri dengan mengucapkan salam, baru orang tersebut menambah kekurangannya. Itulah beberapa contoh menjaga aturan.

  1. Masjid tempat beramar ma’ruf nahi mungka

Hal ini merupakan kewajiban seorang muslim dimanapun berada, memerintah kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran, baik di masjid maupun di luar masjid. Pernah suatu ketika Rosulullah SAW melihat seseorang melakukan sholat dengan cepat tanpa tumakninah, maka beliau mengatakan: “Kembalilah melakukan sholat, karena engkau belum melakukan sholat.” (HR. Bukhori dan Muslim)

  1. Masjid adalah tempat mendidik anak untuk berlatih melakukan ibadah

Anak merupakan generasi penerus Islam, maka kenalkanlah anak sejak dini dengan akhlak mulia. Apabila mereka terbiasa melakukan sesuatu (ibadah) dari kecil maka di masa tuanya
pun akan terbiasa. Selain itu Alloh akan menaungi pemuda yang selalu tumbuh dalam ketaatan ketika tiada naungan selain-Nya.

Wallahu A’lam… Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat ikut dalam meramaikan peran dari masjid.

writed by: Muff

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: